tamadhar

cerita disebalik tamadhar…

Khansa’ r.anha, atau nama sebenarnya, Tamadhar bt ‘Amru bin Ar Rashid As Sulamiyyah (bani sulaim), merupakan seorang penyair wanita yang masyhur. Beliau memeluk agama islam di Madinah beserta beberapa orang daripada puaknya…Ceritanya…

Pada masa khalifah Umar ra memerintah, pada tahun 16H berlakulah peperangan Qadsiah antara tentera-tentera muslimin dengan tentera Parsi. Khansa’ ra bersama-sama 4 orang anaknya menyertai peperangan tersebut. ketika menjelangnya peperangan, beliau pun berkata sesuatu untuk menyemarakkan semangat ke dalam jiwa anak-anaknya.

Wahai anak-anakku! Kamu memeluk agama islam dan berhijrah kerana desakan jiwamu sendiri. Demi Allah, yang tidak ada sekutu bagiNya, kamu adalah anak-anak daripada bapa yang sama dan juga daripada ibu yang sama. Tidak pernahku berlaku curang terhadap bapamu dan menghina bapa saudaramu sebelah ibu. Daku tidak merelakan sedikit pun noda tercatat pada kelahiranmu yang mulia ataupun mengotori nasab keturunanmu. Kamu semua tahu apakah ganjaran yang akan dikurniakan oleh Allah terhadap mereka yang berjuang di jalanNya menentang musuh kafirin. Ingatlah kamu bahawa kehidupan akhirat yang abadi terlebih baik daripada kehidupan sementara dunia ini. Allah Taala berfirman di dalam kitabullah, maksudnya

“Hai orang-orang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah kamu bersiap-siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” {3:200}.

Apabila kamu bangun keesokan hari, bersedialah untuk menyumbangkan sesuatu yang terbaik daripada dirimu untuk peperangan ini. Terus maju ke barisan musuh, mintalah pertolongan daripada Allah. Apabila kamu lihat api peperangan menjulang menyerbulah ke tengah-tengah lalu hadapilah ketua-ketua musuh. Insya Allah kamu akan memperolehi tempatmu di Syurga dengan penuh kemuliaan dan kejayaan”

Keesokan harinya, tatkala peperangan sedang memuncak, keempat-empat anaknya mara ke barisan musuh. Satu demi satu mereka menyerang musuh, sambil membacakan rangkap syair ibu, mereka berjuang sehingga kesemuanya gugur syahid. Apabila ibunya mendapat berita ini, katanya:

Alhamdulillah (pujian bagi Allah) yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Semoga Allah menyatukan daku dengan mereka di bawah bayangan kerahimanNya

Beginilah ibu pada ketika itu. Beliau menyemarakkan semangat anak-anaknya supaya terjun ke kancah peperangan, dan apabila kesemua anak-anaknya syahid, lantas beliau memuji Allah.

syair khansa’ menyala-nyalakan bara api keazamanku. terngiang-ngiang syairnya seperti aku ini anaknya… dan bergema-gema bait-bait itu di bibirku mengharap suatu hari nanti laungan ini meniup semangat anak-anakku…wahai diri, mujahadahlah menghadapi setiap detik hidupmu, kerana Syurga Allah itu mahal harganya dan sudah tentu tidak diperoleh dengan mudah…hanya dengan redha dan barakahMu kedua tapak kaki ini mampu menggapainya…

___________________________________________________________________________________________

Khansa’  Palestina…

Setelah meletusnya intifadhah Al Aqsha tahun 2000, muncullah nama Ummu Nidhal Farhat sebagai Khansa Palestina. Nama aslinya adalah Maryam Muhammad Moheisin, kelahiran Gaza, 24 Desember 1949. Nama Khansa, diambil dari nama Shohabiyah yang terkenal dengan kesabaran dan keteguhannya di zaman Rasulullah SAW kerana seluruh anaknya gugur di medan jihad bersama Rasulullah SAW. Khansa Palestina, juga telah mempersembahkan tiga orang puteranya mening gal dalam peperangan mengusir penjajah Zionis. Tiga orang anaknya; Nidhal Farhat, Muhammad Fathi Farhat, dan Rawad Farhat gugur dalam tugas jihad melawan penjajah Israel. Sementara itu salah seorang anaknya, Wisam Farhat, saat ini masih mendekam di dalam penjara Zionis Israel. Khansa, menjadi simbol kesabaran dan keteguhan kaum ibu yang mengalami kondisi serupa di Palestina. Orang- orang menyebutnya dengan istilah “Khansa Palestina”.

Sulit dilogikakan, seorang ibu yang mendorong puteranya berkompetisi meraih kemuliaan dengan melawan tentara Israel, dan bahkan menasehatinya untuk tidak mundur dari garis depan, sampai menemui ALLAH SWT dalam kondisi syahid.

Untuk menjawab benar-tidaknya anggapan itu, mari kita semak apa yang disampaikan Ummu Nidhal sendiri di Gaza, tepatnya desa Syuja’iyah, Torkeman. Di sebuah rumah sederhana, dengan perabotan rumah seadanya, tanpa bangku dan meja tamu. Di sanalah rumah ibunda Muhammad Farhat yang terkenal dengan julukan “Khansa Palestina” itu hidup. Si pemilik rumah memberitahu, kondisi rumah seperti itu memang sudah menjadi pilihannya, mengingat tuntutan perjuangan yang demikian besar dan ancaman penghancuran rumah oleh buldoser Israel yang memang sudah lama direncanakan Israel.

Israel geram memburu sosok ibu yang melahirkan para pejuang ini. Ia ibu dari Nidhal Farhat dan Muhammad Fathi Farhat yang telah gugur dalam berjuang, serta pejuang Wisam Farhat, yang kini masih ditahan tentara Israel. Tapi bagi Ummu Nidhal, apapun akan tetap dilakukannya, selama dalam ruang perjuangan mengusir penjajah dan mempertahankan Palestina. Ia bercerita, bagaimana dirinya merasa terpanggil untuk melindungi anak-anak muda pejuang yang diburu oleh tentara Israel.

“Saya sering mendengar kondisi anak muda yang diburu oleh tentara Israel. Mereka tidak aman tinggal di rumah mereka. Saya lalu berinisiatif untuk bisa melindungi mereka. Saya minta putera saya yang paling besar, Nidhal untuk menggali lubang di belakang rumah untuk dijadikan bunker para pemuda buronan Israel. Saya lakukan ini, agar ALLAH SWT memuliakan kami sekeluarga sebagai pejuang di jalan-NYA”. Ummu Nidhal, sosok yang mewarisi keberanian tinggi seorang ibu di Palestina.

Sejak anaknya Muhammad Fathi Farhat menginjak usia enam tahun, ia telah katakan padanya,

“Aku ingin engkau berperang melawan Israel dengan senjata, tidak dengan batu.”

Saat ditanya, “Adakah sedikit keraguan, kebimbangan, dalam hati ibu saat mengarahkan anak ke medan juang mengusir penjajah?”

Dengan ungkapan yang tegas dan singkat, ia mengatakan,

“Bagaimana mungkin saya melarang kebaikan dari anak saya? Saya sudah tahu sejak semula bahwa ia harus menjadi anak yang percaya penuh pada saya. Saya sampaikan kepadanya, agar tidak ada informasi rahasia tentang aksi jihadnya kepada saya, agar saya bisa memotivasi dan memberinya semangat. Di bulan Ramadhan, ia menyampaikan kabar gembira pada saya, bahwa ia telah bergabung bersama Brigade Al Qossam, sayap pejuang Hamas, dan tengah bersiap menyongsong syahid dalam sebuah aksi serangan.”

Sang ibu tidak memungkiri gejolak batinnya saat perpisahan dengan Farhat. Mereka kemudian berpelukan. “Saya tidak dapat membendung air mata. Jangan percaya dengan air mata ibu, nak. Ini adalah air mata bangga menjelang pertemuannya dengan bidadari. Pergilah kepada Rabb-Mu dan berjihadlah. Tetaplah seperti itu sampai engkau bertemu ALLAH SWT.”

__________________________________________________________________________________________

Allahu Akbar!

meniup semangatku menjadi Khansa’ di tanah nusantara…

Responses

  1. jzkk akk, i knew this story long time ago but didnt knew that her name was Khansa… probably i read this story before i knew tarbiyyah

    • dedicated to all of us…moga hati2 kita sekental al-khansa’

  2. moga kita menjadi seperti khansa insyaAllah =]

    • ameen. semangat kental seorg ibu mujaheedah!

  3. salam ukhwah utk ukhti..:)

    syukran ats perkongsian2 ilmu..
    maaf, sy ada sdikit pmbtulan, sbenarnya nma asal wanita hebat ini adalah Tamadhar bt ‘Amru bin Ar Rashid As Sulamiyyah (bani sulaim).. dan Khansa’ tu merupakan gelaran yg cukup masyhur baginya.Khansa’ ialah salah seorang penyair ulung di Tanah Arab pd awal era kemunculan Islam..
    tq🙂

    • wsalam wbt… jazakillah khayr ya ukhti!

  4. […] blog https://tamadhar.wordpress.com/about/ Like this:LikeBe the first to like this post. This entry was posted on Friday, September 23rd, […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: